Cellebrite Bongkar Jejak Digital Ririn, Ada Pencarian Bau Mayat, Pelarian DPO, Harga Corolla, Hingga Email Aman Yani

Cellebrite Bongkar Jejak Digital Ririn, Ada Pencarian Bau Mayat, Pelarian DPO, Harga Corolla, Hingga Email Aman Yani


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Cellebrite Bongkar Jejak Digital Ririn, Ada Pencarian Bau Mayat, Pelarian DPO, Harga Corolla, Hingga Email Aman Yani

Signal.co.id – Persidangan lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, kembali mengungkap sejumlah fakta baru yang berasal dari barang bukti digital milik terdakwa Ririn.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (04/06/2026) Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua penyidik Polres Indramayu, Teguh dan Prasetyo, untuk memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan barang bukti elektronik menggunakan Cellebrite serta rekaman CCTV yang menjadi bagian dari alat bukti perkara.

Cellebrite merupakan perangkat lunak forensik digital yang digunakan untuk mengekstrak dan menyalin seluruh data dari telepon seluler, termasuk pesan, kontak, riwayat pencarian internet, akun yang pernah digunakan, hingga data yang telah dihapus.

Dalam persidangan, JPU secara rinci menelusuri berbagai aktivitas digital yang ditemukan di ponsel Ririn. Salah satu temuan awal adalah pesan singkat dari operator Telkomsel yang masih tersimpan di dalam perangkat terdakwa.

Penyidik menjelaskan bahwa pada data yang diekstraksi ditemukan pesan berbunyi “From: Telkomsel. Pelanggan yang terhormat, sisa pulsa Anda di bawah Rp2.000. Silakan isi pulsa Anda melalui MyTelkomsel.”

“Ini membuktikan bahwa nomor yang ada di dalam HP Ririn itu adalah nomor Telkomsel, bukan nomor Tri yang disampaikan oleh terdakwa maupun penasehat hukumnya,” terang saksi Teguh.

Selain itu, hasil Cellebrite menunjukkan sejumlah kontak yang tersimpan dalam perangkat, di antaranya kontak bernama Jasa KTP, NIK KTP, Kapal, Raja Gadai Indramayu, dan Priyo.

Saat membahas kontak “Jasa KTP”, JPU mengingatkan bahwa sebelumnya terdakwa menyebut orang yang berhubungan dengan pembuat KTP adalah Priyo.

“Kalau berdasarkan keterangan terdakwa kemarin, yang menghubungi orang KTP itu adalah Priyo katanya. Seperti itu, tapi di sini ditemukan adanya kontak jasa KTP ada di handphone terdakwa gitu,” tanya JPU.

“Betul, ada kontak Jasa KTP di handphone terdakwa Ririn,” jawab Teguh.

Penyidik juga memastikan bahwa kontak tersebut tersimpan lengkap dengan nomor WhatsApp-nya.

Salah satu temuan yang paling disorot dalam persidangan adalah aktivitas unduhan jurnal ilmiah yang dilakukan terdakwa sebelum kasus pembunuhan ini terungkap. Berdasarkan hasil ekstraksi Cellebrite, pada 1 September 2025, Ririn diketahui mengunduh jurnal ilmiah berjudul “Peran Penyidik dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan dan Pelaku yang Menghilangkan Barang Bukti.” Temuan itu dibacakan langsung oleh penyidik di hadapan majelis hakim
.
“Pada tanggal 1 September terdakwa melakukan download artikel jurnal ilmiah dengan judul Peran Penyidik dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan dan Pelaku yang Menghilangkan Barang Bukti,” ujar penyidik.

JPU kemudian memastikan apakah file tersebut masih tersimpan di dalam perangkat yang diperiksa.

“Masih ada?” tanya JPU

“Masih ada.” jawab saksi Teguh.

Selain jurnal tersebut, penyidik juga menemukan aktivitas pencarian dan unduhan lain yang dinilai berkaitan dengan dugaan upaya pelarian.

Pada 4 September 2025 pukul 03.59 WIB, Ririn diketahui mengunduh jurnal berjudul “Modus dan Faktor Penyebab Maraknya Kasus Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Kabupaten Lumajang.”

Tak hanya itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya pencarian Google mengenai “jalur keluar negeri ilegal.”

“Terdakwa Ririn juga sempat mencari di Google jalur keluar negeri ilegal,” ungkap saksi.

Pada akun media sosial yang diperiksa, penyidik juga menemukan sejumlah pencarian terkait pekerjaan kapal cumi dan pekerjaan di wilayah perbatasan. Selain itu ditemukan pula pencarian mengenai pekerjaan di tambang emas.

Menurut penyidik, aktivitas tersebut mengindikasikan adanya upaya untuk mencari kemungkinan pelarian atau berpindah ke wilayah yang jauh dari Indramayu.

Data Cellebrite juga memperlihatkan berbagai pencarian yang berkaitan dengan metode pelacakan oleh aparat penegak hukum.
Di antaranya, Cara polisi melacak IMEI HP,.Cara cek HP kena sadap, Bisakah polisi melacak nomor WhatsApp,.Pelarian paling aman untuk DPO, Tempat pelarian paling aman, Daftar DPO Polres Indramayu

Selain itu ditemukan pula berbagai pencarian mengenai perkembangan kasus pembunuhan di Paoman, seperti, Terungkap kasus pembunuhan di Paoman Indramayu, Terbaru perkembangan kasus pembunuhan Paoman Indramayu,.Titik terang kasus pembunuhan di Paoman Indramayu, Motif pembunuhan di Indramayu, Geger mayat dikubur di Kelurahan Paoman Indramayu.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa terdakwa secara aktif mengikuti perkembangan pemberitaan mengenai kasus yang sedang diselidiki polisi.

Fakta lain yang terungkap adalah pencarian yang berkaitan dengan kondisi jenazah dan proses penyidikan. Di antaranya, Cairan yang bisa menghilangkan bau bangkai,.Ampuh menghilangkan bau bangkai sapi, Bau mayat sampai tercium itu berapa hari,.Mayat di dalam gudang walet tidak tercium bau, Cara penyidik menemukan sidik jari,.Berapa lama tim Inafis menemukan kasus pembunuhan

Rangkaian pencarian tersebut turut dibacakan oleh penyidik di hadapan majelis hakim.

Temuan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan sejumlah akun Gmail yang pernah digunakan di perangkat terdakwa.

Saat menjelaskan daftar akun yang ditemukan, penyidik menyebut adanya akun amanyani46@gmail.com.

“Di nomor 15 ini terdapat akun yang pernah digunakan yaitu dengan nama amanyani46@gmail.com,” kata saksi.

“Jadi itu masuk ke dalam handphone yang pernah digunakan?” tanya JPU.

“Yang pernah digunakan, email yang pernah digunakan di handphone terdakwa,” jawab saksi.

Meski demikian, penyidik juga menjelaskan bahwa dalam daftar kontak yang tersimpan di perangkat tidak ditemukan nama kontak yang tersimpan sebagai Om Yani maupun Aman Yani.

Dalam riwayat pencarian internet juga ditemukan pencarian yang berkaitan dengan mobil Corolla lama. Beberapa kata kunci yang ditemukan antara lain, Harga pasaran mobil Corolla dulu, Harga pasaran mobil Corolla 1600 tahun 1991.

Saat temuan itu dibahas di persidangan, JPU sempat menyinggung kemungkinan keterkaitannya dengan mobil Corolla yang sebelumnya disebut dalam perkara.

“Ini yang dimaksud mobil Corolla?” tanya JPU.

Penyidik menjawab bahwa keterkaitan pencarian tersebut akan terlihat lebih jelas dari hasil pemeriksaan riwayat internet secara keseluruhan.

Selain berbagai pencarian terkait perkara, penyidik juga menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan perjudian online.

Beberapa nama situs atau aplikasi yang muncul dalam riwayat pencarian antara lain, Slot 77, Raja Langit 77, Dewi Hoki, Topan Hoki,.Iwi Kiwil dan AW Gacor.

Saat ditanya JPU mengenai beberapa nama tersebut, penyidik menjawab bahwa situs-situs itu merupakan platform judi online.

“Slot 77 ini aplikasi apa?” tanya JPU.

“Judi online.” jawab Saksi.

“Raja Langit 77?” tanya JPU lagi.

“Judi online juga,” kata Saksi.

Selain hasil Cellebrite, saksi juga memaparkan rekaman CCTV yang memperlihatkan pergerakan Ririn dan Priyo di sejumlah lokasi penting.

Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas kedua terdakwa di rumah korban maupun di kios milik korban Budi yang belakangan diketahui menjadi lokasi baru tempat terjadinya eksekusi pembunuhan berdasarkan pengakuan terbaru Priyo.

Menurut saksi, kamera pengawas merekam beberapa kali kedatangan dan aktivitas kedua terdakwa di area kios tersebut sebelum akhirnya terjadi peristiwa yang diduga berkaitan dengan pemindahan jasad korban.

Puncaknya, dalam rekaman CCTV pada pukul 02.46.12 WIB, penyidik mengaku melihat aktivitas Ririn dan Priyo saat mengangkat sesuatu yang diduga jasad korban Budi ke dalam mobil pikap.

Temuan rekaman CCTV dan hasil Cellebrite dari telepon genggam terdakwa Ririn ini dihadirkan sebagai bagian dari rangkaian alat bukti yang diajukan JPU untuk memperkuat dakwaan dalam perkara pembunuhan satu keluarga di Paoman yang menjerat Ririn dan Priyo.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry