Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Indramayu Belajar Bisnis Ayam Petelur

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Indramayu Belajar Bisnis Ayam Petelur


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Indramayu Belajar Bisnis Ayam Petelur

Signal.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mendorong peningkatan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan budidaya ayam petelur yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diinisiasi oleh subseksi kegiatan kerja Lapas Indramayu dan diikuti oleh 10 orang warga binaan. Penyuluhan menghadirkan tenaga ahli dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Kasadi, yang memberikan materi secara langsung kepada peserta.

Dalam pemaparannya, Kasadi menjelaskan berbagai aspek penting dalam budidaya ayam petelur, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik pemberian pakan yang ideal, hingga pengelolaan kandang yang baik guna mendukung produktivitas ayam dalam menghasilkan telur. Ia juga menekankan pentingnya manajemen pemeliharaan yang tepat agar hasil produksi dapat optimal.

Tak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan peninjauan langsung ke lokasi peternakan ayam petelur di lingkungan lapas. Pada kesempatan tersebut, penyuluh memberikan sejumlah masukan terkait kondisi kandang, jenis pakan yang digunakan, serta tata kelola pemeliharaan ayam agar lebih efektif dan efisien.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, khususnya di bidang peternakan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” kata Berthoni.

Ia juga menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan visi dan misi Asta Cita Presiden yang diimplementasikan melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu meningkatkan wawasan serta keterampilan warga binaan. Dengan demikian, mereka memiliki kesiapan untuk mandiri secara ekonomi setelah menjalani masa pidana.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, didukung oleh kesiapan protokol, pengamanan, serta sarana dan prasarana yang memadai.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry