Masjid Kuno Bondan, Jejak Awal Islam di Indramayu

Masjid Kuno Bondan, Jejak Awal Islam di Indramayu


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Masjid Kuno Bondan, Jejak Awal Islam di Indramayu

Signal.co.id – Masjid Kuno Bondan di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di pesisir utara Jawa Barat. Masjid yang berdiri di tepi Sungai Cimanuk ini dipercaya telah ada sejak tahun 1414 M, jauh sebelum berdirinya pemerintahan Indramayu (1527) maupun Kesultanan Cirebon (1480).

Bangunan bersejarah yang bernama asli Masjid Darussajidin ini didirikan oleh ulama asal Yaman, Syekh Dzatul Kahfi—dikenal juga sebagai Syekh Majagung atau Pangeran Atas Angin. Pada masanya, masjid berfungsi sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat pesisir. Warga setempat juga menyebutnya Masjid Sapuangin, merujuk pada legenda ilmu spiritual sang pendiri.

Arsitektur Unik Kayu Jati

Keunikan masjid tampak dari konstruksi kayu jati tua yang dirangkai tanpa paku, hanya menggunakan sistem pasak. Ruang utama berbentuk panggung dengan atap limasan bersirap kayu. Tiang utama (saka) berornamen klasik yang memadukan budaya lokal dengan nilai Islam. Di puncak atap terdapat memolo, ciri khas masjid kuno Nusantara. Meski beberapa bagian seperti teras depan telah diperbarui, keaslian struktur utama tetap terjaga.

Status Cagar Budaya dan Pemugaran

Pada tahun 2022, Masjid Kuno Bondan resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Kabupaten Indramayu. Dua tahun kemudian, pemerintah daerah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan IX Jawa Barat melakukan pemugaran intensif, termasuk penggantian atap sirap dan perawatan memolo untuk mencegah pelapukan.

Masjid Hidup di Tengah Masyarakat

Meski berstatus cagar budaya, masjid ini tetap aktif digunakan. Selama Ramadan, kegiatan seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, pengajian anak-anak, hingga bazar dan buka puasa bersama rutin digelar. Suasana kebersamaan warga sering berlanjut hingga sahur di serambi masjid yang sejuk.

Juru pelihara masjid, Mastara, berharap status cagar budaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat dan melestarikan warisan ini.
“Masjid ini adalah kebanggaan masyarakat Desa Bondan,” ujarnya.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry