Perumdam TDA Dorong Legacy Barista Lokal dengan Mengadakan Fun Brewing Competition di Puncak HUT ke-6
Perumdam TDA Dorong Legacy Barista Lokal dengan Mengadakan Fun Brewing Competition di Puncak HUT ke-6
Signal.co.id – Perusahaan Umum Daerah Tirta Darma Ayu (Perumdam TDA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya barista lokal, melalui penyelenggaraan Fun Brewing Competition atau mengadu keahlian dalam menyeduh kopi dengan cara manual, yang menjadi puncak rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Perumdam TDA, Kamis (08/01/2026), di halaman Makodim Indramayu.
Direktur Utama Perumdam TDA menyebut kegiatan ini sebagai salah satu inisiasi terbaik yang pernah dilaksanakan, karena menghadirkan sinergi lintas sektor antara Kodim, Perumdam, dan pelaku UKM.
“Ini inisiasi yang menurut saya paling bagus dari beberapa event yang sudah kita lalui. Ada sinergitas antara Kodim, Perumdam, dan UKM. Para barista ini membutuhkan ruang, legacy, dan pengakuan, karena ini adalah karier mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UKM yang tergabung dalam komunitas barista memiliki potensi besar, namun selama ini belum mendapatkan tempat yang layak. Padahal, sebagian besar barista merupakan anak muda yang kreatif dan inovatif.
“Perumdam memberikan ruang yang terhormat bagi mereka untuk berekspresi dan berkreasi. Kami sangat peduli dengan UKM, dan Perumdam berkomitmen setiap tahun akan terus memberi ruang bagi UKM di Indramayu,” tegasnya.
Antusiasme peserta disebut sangat tinggi, bahkan banyak yang tetap bertahan hingga akhir acara tanpa meninggalkan lokasi hanya untuk mengetahui siapa pemenangnya.
Dalam kompetisi tersebut, Perumdam TDA menghadirkan dewan juri dari unsur TNI dan profesional. Direktur Utama Perumdam TDA menyampaikan apresiasi kepada Dandim Dandim 0616 Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., yang diwakili Kepala Staff Kodim (Kasdim), Mayor Inf Rosidi sebagai juri, serta dua juri profesional berlegitimasi nasional dan lokal, yakni Rian dan Adam.
Penilaian dilakukan secara objektif dengan bahan kopi sama untuk seluruh peserta, yakni kopi arabika yang disiapkan panitia. Perbedaan penilaian terletak pada teknik penyeduhan, ukuran, serta cita rasa seperti tingkat keasaman, pahit, hambar, hingga karakter fruity.
“Kopi itu tidak hanya pahit. Banyak variabel yang harus diukur. Di sinilah profesionalisme barista diuji,” jelasnya.

Kompetisi ini berhasil melahirkan juara pertama atas nama Muhammad Taufan, barista asal Jatibarang, yang dinilai unggul dalam ketepatan dan kecepatan meramu kopi. Ia berhak atas sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta.
Direktur Utama Perumdam TDA menegaskan bahwa para juara akan terus dimonitor dan didukung ke depannya. Menurutnya, banyak barista dan kedai kopi di Indramayu yang menyajikan kopi berkualitas tinggi, namun belum mendapatkan pengakuan yang sepadan.
“Mereka tidak kalah dengan barista di kota besar. Dengan kegiatan ini, mereka mendapatkan legacy dan pengakuan. Ending-nya, masyarakat akan terbiasa menikmati kopi terbaik hasil racikan barista lokal Indramayu,” pungkasnya.



