Yogi Kurniawan Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Indramayu, Siap Bawa Atlet Raih Prestasi Lebih Tinggi
Yogi Kurniawan Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Indramayu, Siap Bawa Atlet Raih Prestasi Lebih Tinggi
Signal.co.id – Yogi Kurniawan, S.T. resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) XI Tahun 2026 yang digelar diaula Bank Jabar Banten, pada Kamis (12/2/2026). Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung kondusif, penuh semangat kebersamaan, dan nuansa persatuan antar cabang olahraga.
Musorkab XI dihadiri 38 dari total 40 cabang olahraga (cabor) yang terdaftar sebagai anggota KONI Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 cabor secara terbuka menyatakan dukungan kepada Yogi Kurniawan. Dukungan mayoritas tersebut mengantarkan dirinya ditetapkan sebagai Ketua KONI Indramayu periode mendatang secara aklamasi.
“Ini sebuah proses demokrasi yang sangat kondusif. Mudah-mudahan aspirasi dari teman-teman ini, saya sebagai Ketua KONI yang baru diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang amanah. Amin,” ujar Yogi usai ditetapkan sebagai ketua terpilih.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabang olahraga yang telah menjaga suasana Musorkab tetap tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Menurutnya, soliditas antar cabor menjadi modal utama untuk membawa olahraga Indramayu ke arah yang lebih maju.
Fokus Pembinaan dan Prestasi Atlet
Yogi menegaskan bahwa tujuan utama kepemimpinannya adalah meningkatkan prestasi atlet di berbagai ajang, baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menilai diperlukan perumusan program yang matang dan benar-benar menyentuh kebutuhan riil para atlet.
“Tentu perlu perumusan yang lebih dalam. Kami akan membangun kepengurusan baru yang kompeten, namun tetap berkolaborasi dengan pengurus lama serta para sesepuh olahraga di Indramayu. Kolaborasi ini penting agar kesinambungan program tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menilai, keberhasilan pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pengurus KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga dukungan orang tua dan pemerintah daerah.
Setelah kepengurusan baru terbentuk, pihaknya akan segera menyusun program kerja prioritas. Program tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga, termasuk peningkatan kualitas pelatih, pemusatan latihan yang terencana, serta penguatan mental bertanding atlet.
“Kami akan mendorong program-program kerja yang insya Allah bisa mengantarkan atlet-atlet kita menuju prestasi yang lebih baik,” tegas Yogi.
Dalam kesempatan tersebut, Yogi juga menyinggung tantangan pembinaan olahraga di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi olahraga, termasuk KONI.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berprestasi. Menurutnya, diperlukan kreativitas dan terobosan dalam mencari sumber pendanaan alternatif.
“Kami paham sekarang eranya efisiensi. Karena itu, kami akan melakukan improvisasi, mencari jalan keluar melalui sponsor maupun kerja sama dengan pihak-pihak lain. Semua itu demi pembinaan yang lebih maksimal bagi cabang olahraga,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan dukungan optimal terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dengan dukungan mayoritas cabang olahraga serta semangat kebersamaan yang terbangun dalam Musorkab XI, Yogi optimistis KONI Indramayu akan semakin solid ke depan. Ia berkomitmen menjadikan KONI sebagai rumah besar yang menaungi seluruh cabor secara adil dan profesional.
“KONI ini milik kita bersama. Kalau kita kompak dan fokus pada pembinaan, saya yakin prestasi olahraga Indramayu bisa meningkat dan membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Terpilihnya Yogi Kurniawan secara aklamasi diharapkan menjadi momentum baru bagi kebangkitan prestasi olahraga Kabupaten Indramayu, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet yang berkelanjutan di masa mendatang.





