Program Makan Bergizi Gratis di Indramayu Disoal. Dugaan Kualitas Makanan dan Transparansi Pengelolaan Jadi Sorotan
Program Makan Bergizi Gratis di Indramayu Disoal. Dugaan Kualitas Makanan dan Transparansi Pengelolaan Jadi Sorotan
Signal.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu tengah menjadi perhatian publik. Program yang digagas untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat tersebut kini menuai sorotan setelah muncul sejumlah keluhan terkait kualitas makanan dan dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan.
Sejumlah warganet menyampaikan kritik melalui media sosial, terutama di platform Facebook, mengenai kondisi makanan yang dinilai kurang higienis serta tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan. Unggahan tersebut memicu perbincangan luas dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dugaan Pengondisian Suplai Bahan Pokok
Selain persoalan kualitas, isu lain yang mencuat adalah dugaan adanya pengondisian dalam suplai bahan pokok oleh oknum tertentu. Dugaan ini berkaitan dengan kemungkinan praktik yang tidak transparan dalam proses distribusi bahan makanan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran isu tersebut. Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dan evaluasi menyeluruh agar program dapat berjalan sesuai tujuan awalnya.
Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Jenderal Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Tomi Susanto, menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran lapangan guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.
“Kami akan berkoordinasi dengan anggota forum untuk melakukan investigasi secara profesional dan berimbang. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan kami sampaikan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
FPWI, lanjut Tomi, berkomitmen mengawal program yang menggunakan anggaran publik agar tetap transparan dan akuntabel. Menurutnya, pengawasan dari berbagai elemen, termasuk media, menjadi bagian penting dalam memastikan program sosial benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Diketahui, belum lama ini salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Krangkeng sempat ditutup sementara. Penutupan tersebut diduga berkaitan dengan adanya temuan yang masih dalam proses penanganan. Namun, hingga kini belum ada penjelasan detail dari instansi terkait mengenai hasil evaluasi maupun tindak lanjutnya.
Masyarakat Indramayu berharap pemerintah daerah dan instansi pelaksana segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG. Transparansi, pengawasan ketat, serta keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci agar program ini kembali fokus pada tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat.





