Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Penggerak Bank Sampah Indramayu Gelar “Jalan Sehat Pungut Sampah” dan Launching Eco Enzyme

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Penggerak Bank Sampah Indramayu Gelar “Jalan Sehat Pungut Sampah” dan Launching Eco Enzyme


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Penggerak Bank Sampah Indramayu Gelar “Jalan Sehat Pungut Sampah” dan Launching Eco Enzyme

Signal.co.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimanfaatkan para pegiat lingkungan di Kabupaten Indramayu untuk menggelar kegiatan bertajuk “Jalan Sehat Pungut Sampah” yang berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi, Sabtu (14/2/2026). Meski secara nasional HPSN diperingati setiap 21 Februari, kegiatan di Indramayu dimajukan agar semangat kepedulian lingkungan tetap terasa kuat menjelang bulan Ramadan.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Ruko Cluster Sultan, Jalan Pahlawan, ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, komunitas Indramayu Walker, Tim Sanda, LPK Kaina Indonesia, LPK Osin, serta dukungan sejumlah elemen masyarakat dan sponsor. Ratusan warga turut ambil bagian dalam aksi nyata peduli lingkungan tersebut.

Acara diawali dengan jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute yang telah ditentukan. Konsep “sehat sambil bersih” menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan aktivitas olahraga dengan aksi sosial yang berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Indramayu turut hadir memberikan dukungan langsung. Ia mengapresiasi inisiatif para penggerak bank sampah yang dinilai mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Penggerak Bank Sampah Rumah Hijau, Amalia, yang beralamat di Perumahan Glayem, Desa Sindang, Kecamatan Sindang, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran individu.

“Kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua harus terlibat, mulai dari keluarga di rumah sampai komunitas dan pemerintah,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Amalia, antusiasme masyarakat terus meningkat. Saat ini, nasabah Bank Sampah Rumah Hijau hampir mencapai 60 orang yang secara rutin menimbang dan memilah sampah setiap bulan.

“Alhamdulillah, nasabah kami terus bertambah sedikit demi sedikit. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh, meski memang tidak bisa instan,” jelasnya.

Bank Sampah Rumah Hijau yang baru berjalan sekitar enam bulan ini masih berfokus pada pengelolaan sampah anorganik, seperti plastik, kardus, dan kertas. Sampah yang telah dipilah kemudian dikoordinasikan dengan bank sampah lain untuk diproses menjadi produk bernilai guna.

“Kita membantu memilah dan menyediakan bahan baku. Misalnya tutup botol dilelehkan lalu dicetak menjadi produk kerajinan. Jadi tidak langsung dibuang, tapi diolah kembali agar punya nilai ekonomi,” tambahnya.

Dalam rangkaian peringatan HPSN tersebut, panitia juga melakukan launching sabun ramah lingkungan Eco Enzyme, hasil inovasi pengolahan limbah organik rumah tangga. Produk ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif dalam mengurangi sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat.

Amalia berharap ke depan akan ada pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga agar tidak hanya membeli produk ramah lingkungan, tetapi juga mampu memproduksi sendiri, termasuk mengolah eco enzyme dari sampah organik.

“Eco enzyme itu bagus. Dari sampah organik bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan dipakai lagi di rumah. Ke depan kami ingin ada pelatihan supaya masyarakat bisa lebih mandiri,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan doorprize kepada peserta yang aktif dan menunjukkan kepeduliannya selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, Amalia mengakui gerakan ini masih membutuhkan dukungan lebih luas, baik dari pemerintah daerah maupun media, agar gaungnya semakin besar dan menjangkau lebih banyak warga.

“Tidak ada yang langsung instan bersih. Semua butuh proses dan kebersamaan. Harapan kami makin banyak warga yang rajin memilah sampah dari rumah masing-masing,” tuturnya.

Dengan semangat kolaborasi dan konsistensi, Bank Sampah Rumah Hijau diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Indramayu, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan menjelang Ramadan dan seterusnya.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry