Boss Mudi Konsisten Bangun Jalan dengan Dana Pribadi, Warga Blok Vastell Rasakan Manfaat Nyata

Boss Mudi Konsisten Bangun Jalan dengan Dana Pribadi, Warga Blok Vastell Rasakan Manfaat Nyata


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Boss Mudi Konsisten Bangun Jalan dengan Dana Pribadi, Warga Blok Vastell Rasakan Manfaat Nyata

Signal.co.id – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Casmudi, yang akrab disapa Bos Mudi, warga Desa Tinumpuk. Sosok sederhana yang dikenal dermawan ini konsisten melaksanakan kegiatan pengecoran jalan menggunakan dana pribadi sebagai bentuk pengabdian dan panggilan hati nurani.

Kegiatan pengecoran terbaru dilaksanakan di Blok 3 (Vastell), Desa Tinumpuk, pada Minggu, 15 Februari 2026. Jalan gang yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini mulai berubah menjadi lebih rapi dan nyaman digunakan warga, terutama saat musim hujan.

Saat ditemui di lokasi, Bos Mudi menegaskan bahwa pembangunan tersebut sepenuhnya berasal dari dana pribadinya dan tidak menggunakan anggaran pemerintah.

“Ini di Blok 3, tepatnya di Blok Vastell, Desa Tinumpuk. Dana kegiatan ini dari pribadi saya, bukan dari pemerintah. Tapi dalam pelaksanaannya kita lakukan secara gotong royong. Warga sekitar ikut membantu,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan. Meski pendanaan ia tanggung sendiri, namun pengerjaan dilakukan bersama-sama agar tumbuh rasa memiliki dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sudah Berjalan Satu Tahun
Bos Mudi menjelaskan bahwa kegiatan pengecoran ini bukanlah program sesaat.

Ia telah menjalankannya kurang lebih selama satu tahun dan menargetkan kegiatan ini dilakukan rutin setiap tanggal 10 setiap bulan. Namun, khusus bulan ini pelaksanaannya digeser menjadi tanggal 15 karena mempertimbangkan datangnya bulan Ramadan.

“Kenapa sekarang tanggal 15? Karena bulan depan sudah masuk Ramadan, jadi kita sesuaikan waktunya. Biasanya memang kita targetkan setiap tanggal 10,” jelasnya.

Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa aksi sosial ini bukan sekadar momentum, melainkan komitmen jangka panjang untuk membantu lingkungan desa, khususnya gang-gang kecil yang belum tersentuh pembangunan pemerintah.

Lebih dari sekadar membangun jalan, Bos Mudi berharap langkah kecilnya dapat menjadi inspirasi dan mengetuk hati masyarakat lain yang memiliki kelebihan rezeki.

“Tujuannya sederhana, supaya sedikit mengetuk hati orang-orang lain yang punya dana berlebih. Kalau bisa, lakukan secara ikhlas, tanpa ada unsur apa pun. Ini murni dari hati nurani, bukan dana pemerintah,” tegasnya.

Ia menilai bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu jabatan atau program resmi. Siapa pun yang memiliki kemampuan, sekecil apa pun, bisa mulai berbuat untuk lingkungannya.

“Kita sebagai masyarakat, terutama warga Desa Tinumpuk, sedikit bersedekah saja. Yang punya kelebihan mari sama-sama peduli,” pesannya.

Tak berhenti pada pembangunan jalan, Bos Mudi juga memiliki rencana sosial lainnya. Ke depan, ia berniat membantu warga yang rumahnya rusak atau roboh akibat musibah, seperti puting beliung atau banjir.

“Rencana ada untuk bedah rumah juga, tapi bukan bangun rumah biasa. Kalau ada warga yang rumahnya roboh karena musibah seperti angin puting beliung atau banjir, insya Allah kita bantu,” ujarnya.

Untuk saat ini, ia memilih memprioritaskan pembangunan jalan-jalan gang terlebih dahulu.

“Sekarang fokus dulu ke jalan, terutama gang-gang yang belum tersentuh pemerintah,” tambahnya.

Kegiatan sosial yang digagas Bos Mudi bukan hanya memperbaiki infrastruktur desa, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran warga yang turut membantu pengecoran menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menular dan menyatukan.

Selama satu tahun terakhir, konsistensinya menjadi contoh bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu anggaran besar. Pembangunan bisa dimulai dari niat baik, keikhlasan, dan keberanian untuk melangkah.

Sosok Bos Mudi pun menjadi inspirasi bahwa ketika kepedulian lahir dari hati nurani, manfaatnya akan dirasakan nyata oleh masyarakat luas.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry