Viral Joget KKN Unpad di Indramayu, Pemuda Desa Tantang Mahasiswa Hadirkan Program Nyata

Viral Joget KKN Unpad di Indramayu, Pemuda Desa Tantang Mahasiswa Hadirkan Program Nyata


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Viral Joget KKN Unpad di Indramayu, Pemuda Desa Tantang Mahasiswa Hadirkan Program Nyata

Signal.co.id – Dunia media sosial belakangan ramai diwarnai konten mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tengah menjalankan pengabdian di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. Namun, alih-alih menampilkan program kerja dan aktivitas pemberdayaan masyarakat, sebagian konten yang viral justru didominasi joget-joget khas TikTok dan Instagram, Kamis (15/01/2026).

Fenomena tersebut menuai sorotan dari Hilmi Hilmansyah, pemuda penggerak desa Kabupaten Indramayu sekaligus pemilik Urban Creative Hub. Ia menilai, KKN semestinya menjadi wadah aktualisasi gagasan, inovasi, serta solusi konkret bagi desa, bukan sekadar ajang hiburan di media sosial.

“Joget itu sah-sah saja, tetapi jangan sampai mengalahkan esensi KKN. Desa membutuhkan ide, program, dan dampak yang nyata,” ujar Hilmi.

Sebagai respons atas fenomena tersebut, Hilmi melontarkan tantangan terbuka kepada mahasiswa KKN Unpad yang tengah bertugas di Indramayu. Tantangan itu mengajak mahasiswa untuk merancang program kerja terbaik dan aplikatif bagi desa, kemudian menuangkannya dalam bentuk poster kreatif.

Poster tersebut wajib dipublikasikan melalui akun TikTok atau Instagram masing-masing peserta dengan menandai akun Hilmi Hilmansyah. Karya yang dinilai paling menarik, realistis, dan memiliki potensi dampak akan dipilih untuk melaju ke tahap berikutnya.

Sebanyak 10 poster terbaik akan diundang untuk mempresentasikan gagasan secara langsung di kantor Urban Creative Hub yang berlokasi di Jalan Olahraga Nomor 21 (Cinde FM), Sport Center Indramayu.

Selanjutnya, dari 10 finalis tersebut akan dipilih tiga poster terbaik yang berhak mendapatkan hadiah jutaan rupiah, ditambah bonus ngopi gratis sambil berdiskusi serta membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Hilmi berharap tantangan ini dapat menggeser tren KKN dari sekadar mengejar viralitas menuju kegiatan yang bernilai dan berdampak bagi desa.

“Kalau bisa viral karena program desa yang keren, kenapa tidak? Kami menunggu ide-ide berani, solutif, dan membumi dari teman-teman KKN,” tegasnya.

Tantangan ini sekaligus menjadi pesan bahwa KKN tidak hanya soal eksistensi di media sosial, tetapi juga tentang meninggalkan warisan gagasan dan perubahan nyata bagi desa.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

inquiry
aksara