Unik, Menara Masjid Al-Muhtadiin Indramayu dari Truk Pengeboran 1985
Unik, Menara Masjid Al-Muhtadiin Indramayu dari Truk Pengeboran 1985
Masjid Al-Muhtadiin Indramayu yang berlokasi di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri. Jika umumnya menara masjid terbuat dari susunan beton atau besi yang menjulang tinggi, di masjid ini menara dibuat dari truk pengeboran raksasa keluaran tahun 1985
Berdasarkan keterangan prasasti di lokasi, kendaraan berat tersebut merupakan Truk Mounted Tipe Rig Tone Top 750 Top drive (spindle)
Menara truk itu memiliki tinggi 12 meter dengan berat mesin mencapai 45 ton
Truk raksasa ini juga dilengkapi sistem hidraulik, kemampuan pengeboran hingga kedalaman 700 meter dengan pompa MUD PUMP Garden Denver Nas 7, serta ditenagai mesin penggerak Rig Hino 6 silinder.
Pernah Digunakan Proyek Air Tanah
Truk pengeboran tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang. Kendaraan itu pernah digunakan dalam proyek pendayagunaan air tanah Cimanuk Cisanggarung pada rentang 1987 hingga 2003.
Setelah tidak lagi beroperasi, truk itu disimpan di gudang kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS) Cimanuk Cisanggarung tanpa fungsi. Hingga akhirnya, ide untuk menyulap alat berat tersebut menjadi menara masjid muncul dari Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro.
Diusulkan Kepala BBWS
Hal itu dikonfirmasi Wakil Ketua DKM Masjid Al-Muhtadiin, Muhammad Carilah, saat ditemui di sekitar lokasi masjid. “Mobil ini dulunya adalah PAT pengeboran, jadi dulunya mobil buat pengeboran air tanah yang dalam itu. Karena sudah dimuseumkan jadi dimanfaatkan untuk menara Masjid Al-Muhtadiin. Itu idenya dari pak kepala balai,” ujar Carilah, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Carilah, pemanfaatan truk tersebut sebagai menara masjid dilakukan pada 2023. Kala itu, BBWS menilai biaya perbaikan truk yang sudah tidak beroperasi sangat tinggi. Daripada dibiarkan terbengkalai dan berkarat, muncul inisiatif untuk mengalihfungsikannya agar tetap memiliki nilai manfaat.
Tetap Berfungsi untuk Azan
Carilah menjelaskan, truk itu benar-benar difungsikan sebagai menara masjid.
Di bagian puncak truk terpasang empat corong pengeras suara secara permanen yang digunakan untuk mengumandangkan azan setiap waktu shalat. Sementara itu, Masjid Al-Muhtadiin sendiri berdiri sejak era Proyek Irigasi IDA (Prosida) pada sekitar 1970-an. Masjid tersebut bermula dari sebuah musala sederhana dan berkembang seiring bertambahnya jumlah jemaah. Meski berada di lingkungan kantor BBWS, masjid itu terbuka untuk masyarakat umum.
“Nah kalau mobilnya ditaruh di situ tahun 2023, bareng dengan rehab terakhir masjid,” ujar Carilah. Kehadiran menara unik dari truk pengeboran itu kini tidak hanya menjadi daya tarik visual bagi jemaah, tetapi juga menjadi monumen pengingat sejarah sekaligus sarana pemanggil ibadah bagi masyarakat sekitar.





