Safari Ramadan di Lapas Indramayu, Kakanwil Ditjenpas Jabar Perkuat Silaturahmi dan Layanan UPT

Safari Ramadan di Lapas Indramayu, Kakanwil Ditjenpas Jabar Perkuat Silaturahmi dan Layanan UPT


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Safari Ramadan di Lapas Indramayu, Kakanwil Ditjenpas Jabar Perkuat Silaturahmi dan Layanan UPT

Signal.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan di Lapas Kelas IIB Indramayu pada Kamis, (12/03/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kusnali meresmikan sejumlah fasilitas baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemandirian warga binaan.

​Salah satu agenda utama adalah peresmian Pos Bapas secara serentak untuk wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Kehadiran Pos Bapas di Indramayu, Gintung, Kuningan, dan Majalengka ini bertujuan untuk mempermudah akses bagi narapidana yang sedang menjalani Pembebasan Bersyarat (PB).

​”Dengan hadirnya Pos Bapas, mereka cukup melapor di sini saja, tidak perlu jauh-jauh ke Bapas induk di Cirebon. Ini lebih dekat, efisien, dan tanpa biaya,” ujar Kusnali saat ditemui usai kegiatan, didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.

​Selain layanan integrasi, Kusnali juga meresmikan sarana pembinaan kemandirian berupa pembuatan roti (bakehouse) dan peternakan ayam petelur. Produk roti dari Lapas Indramayu ini bahkan telah menjalin kerja sama dengan pihak eksternal (MBG) untuk menyuplai kebutuhan di wilayah Majalengka hingga Lampung.

​Terkait ketahanan pangan, Kusnali menyoroti potensi besar dari sektor peternakan. Ia menargetkan Jawa Barat dapat memproduksi hingga 35 ton telur per bulan melalui kolaborasi berbagai Lapas seperti Sukamiskin, Garut, Banceuy, dan Bogor.

Target ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan internal 26.434 warga binaan di Jawa Barat yang mencapai 23 ton per bulan, sehingga menghasilkan surplus.

​Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kusnali memastikan bahwa pihaknya tengah mendata usulan remisi bagi warga binaan. Ia juga berpesan agar momentum Ramadan digunakan sebagai sarana introspeksi diri.

​”Manfaatkan waktu yang diberikan petugas untuk kegiatan positif seperti tarawih dan tadarus. Semoga ini menjadi bekal ilmu yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” pungkasnya.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry