Pengawasan Pemerintahan 2026, Ono Surono Dorong Operator Desa Lebih Profesional
Pengawasan Pemerintahan 2026, Ono Surono Dorong Operator Desa Lebih Profesional
Signal.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ono Surono, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Indramayu, Sabtu (07/01/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh operator desa se-Kabupaten Indramayu dan menghadirkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Ono Surono menegaskan pentingnya peran desa dalam mewujudkan visi pembangunan Jawa Barat, yakni “lembur diurus, kota ditata.” Menurutnya, pemerintah provinsi harus hadir secara nyata agar desa mampu berdaya dan menjalankan fungsinya secara maksimal.
“Hari ini kita memulai bagaimana visi Jawa Barat bisa terlaksana dengan baik. Sehingga bagaimana penjabaran visi lembur diurus mau tidak mau pemerintah provinsi jawabarat harus hadir supaya desa ini bisa berdaya secara maksimal,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kepala desa atau kuwu menjadi pihak yang paling merasakan beban persoalan masyarakat, yang kemudian diturunkan kepada sekretaris desa hingga operator desa. Oleh karena itu, perlu ada penguatan kapasitas aparatur desa agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan sesuai aturan.
“Saya sering mengatakan, provinsi tidak punya rakyat, kabupaten tidak punya rakyat, yang punya rakyat itu desa. Maka persoalan-persoalan mendasar rakyat pasti pertama kali disampaikan ke desa,” tegasnya.
Ono juga meminta secara khusus kepada Bappeda Jawa Barat untuk memberikan pelatihan kepada operator desa, agar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tidak terjadi kesalahan yang berpotensi merugikan negara.
“Oleh karena itu, hari ini Bappeda Jawa Barat khusus saya minta tolong untuk memberikan pelatihan kepada operator desa, supaya tidak salah dan tidak ada hal-hal yang merugikan negara, saya cuma ingin bagaiman jalan-jalan di desa itu bisa terbangun dengan baik, agar nantinya bisa disosialisasikan bahwa desa bisa membangun jalan dengan kualitas yang baik,” tutupnya.




