Jelang Ramadan, Bulog Indramayu Pastikan Stok Beras & Minyak Aman
Jelang Ramadan, Bulog Indramayu Pastikan Stok Beras & Minyak Aman
Signal.co.id – Perum Bulog bersama Satgas Pangan melakukan monitoring harga dan stok bahan pokok di lapangan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi “Sapu Bersih” yang telah digelar oleh Bapanas, Polri, Bulog, Disperindag, dan DKPP.
Monitoring yang dilakukan di pasar baru Indramayu, pada Kamis (05/02/2026) ini, fokus pada ketersediaan dan harga minyak goreng serta beras SPHP agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Bulog Indramayu, Sri Wahyuni diwakili Waka Bulog, Rendi Saktiko mengatakan bahwa untuk minyak goreng, Bulog memastikan stok dalam kondisi aman. Sepanjang tahun 2026, total pasokan mencapai 105.000 liter, dengan realisasi penyaluran sebanyak 67.000 liter. Saat ini, sekitar 40.000 liter masih tersimpan di gudang Bulog.
“Untuk Ramadan sementara aman. Menjelang Idul Fitri nanti juga akan ada tambahan pasokan dari pabrik distributor,” ujarnya.
Sementara itu, stok beras SPHP dinyatakan sangat aman dengan ketersediaan yang masih penuh di gudang-gudang Bulog. Penyaluran beras SPHP pada Februari 2026 tetap berjalan dengan harga sesuai HET, yakni Rp12.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng ditetapkan Rp15.700 per liter.

Dalam pengawasan harga, Bulog berkolaborasi dengan Polres Indramayu, DKPP, dan Disperindag untuk memastikan pedagang tidak menjual di atas HET. Pedagang yang melanggar akan diberikan sanksi mulai dari teguran hingga penindakan hukum oleh Polres.
Rendi menjelaskan, harga minyak goreng dari Bulog ke pedagang sebesar Rp14.500 per liter, sehingga masih terdapat margin keuntungan yang wajar tanpa perlu menaikkan harga di atas HET. Untuk beras SPHP, harga jual Bulog ke agen sebesar Rp11.000 per kilogram, dan dijual ke konsumen Rp12.500 per kilogram, yang juga dinilai masih menguntungkan bagi pedagang.
Meski demikian, pihak Bulog mengakui bahwa kenaikan harga di pasaran kerap dipicu oleh perilaku sebagian pedagang yang ikut menaikkan harga saat harga pasar sedang naik, meskipun dari Bulog sendiri harga tetap stabil.
“Karena itu, kami rutin melakukan monitoring bersama Satgas Pangan. Setiap hari ada pencatatan dari tim Bulog, Polres, DKPP, dan Disperindag untuk memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Satgas Saber pelanggaran pangan Polres Indramayu, AIPDA F Yudha menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika ada pedagang yang menjual beras dan minyak di atas HET.
”Sudah disampaikan bahwa yang pertama akan dilakukan peneguran dulu. Teguran satu, teguran dua, kemudian apabila pedagang masih tidak mematuhi, itu akan diberikan rekomendasi pencabutan izin. Tentunya dengan sesuai langkah-langkahnya, seperti itu,” tegasnya.
Monitoring rutin ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Ramadan hingga Idul Fitri.




