Bersama Warga dan OPD, Lapas Indramayu Berantas Enceng Gondok di Sungai
Bersama Warga dan OPD, Lapas Indramayu Berantas Enceng Gondok di Sungai
Signal.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan fokus pada pembersihan aliran sungai di sekitar lapas, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, warga binaan, petugas Lapas hingga masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Lapas Indramayu dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selain itu, warga binaan dan masyarakat sekitar juga turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih sungai yang dipenuhi enceng gondok dan dinilai menghambat aliran air.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Indramayu.
“Pada hari ini Lapas Kelas IIB Indramayu dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam hal ini Dinas Pemukiman dan Perumahan Umum, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup, bersama dengan masyarakat sekitar Lapas, dan tentunya warga binaan dan petugas bersama-sama melaksanakan kegiatan bakti sosial yaitu pembersihan sungai yang ada di sekitar Lapas Kelas IIB Indramayu,” jelas Berthoni.
Ia mengatakan, kondisi sungai di sekitar lapas, khususnya di area dekat jembatan, saat ini dipenuhi enceng gondok yang cukup banyak sehingga menghambat aliran air. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan dilakukan sebagai langkah konkret dalam menjaga fungsi sungai dan lingkungan sekitar.
“Di mana kita ketahui sungai di samping Lapas ini, terutama yang samping jembatan, saat ini jumlah enceng gondoknya sudah menumpuk cukup banyak sehingga cukup menghambat pembuangan air menuju ke tempat selanjutnya, dan kita di sini sama-sama dengan semangat untuk memelihara lingkungan, menjaga lingkungan, dan melestarikan terutama daerah aliran sungai,” katanya.
Berthoni juga menyebutkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan, meskipun untuk lokasi kali ini sedikit bergeser mendekati area jembatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan rutin berskala kecil selama ini telah dilakukan bersama warga binaan dan masyarakat sekitar.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan beberapa kali. Jika berbicara secara rutin, kegiatan ini biasanya dilakukan di area yang berada tepat di sebelah Lapas. Jadi untuk kali ini hanya lokasinya agak sedikit bergeser mendekati jembatan,” jelasnya.

Selain kegiatan pembersihan sungai, Lapas Kelas IIB Indramayu juga merangkaikan kegiatan tersebut dengan bakti sosial berupa penyerahan paket sembako kepada masyarakat sekitar lapas. Sebanyak 30 paket sembako dibagikan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat.
Penyerahan bantuan sembako dilakukan secara langsung kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud hadirnya pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Lingkungan Hidup, Mukasal, menilai kegiatan kolaboratif tersebut sangat positif dalam menjaga kondisi lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan yang rentan terhadap permasalahan sampah dan penyumbatan aliran air.
“Ya, kegiatan ini sangat baik. Pertama, dari sisi lingkungan, kegiatan ini menunjukkan adanya sinergitas dari berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kondisi lingkungan. Karena jika permasalahan lingkungan hanya dibebankan kepada satu dinas, tentu akan kewalahan. Dengan kolaborasi, beban menjadi lebih ringan. Ini adalah bentuk gotong royong,” ujar Mukasal.
Mukasal juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR telah sering dilakukan, namun kerja sama dengan Lapas Indramayu dalam kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.
“Kalau LH sama PUPR sering. Kalau sama Lapas baru ini, baru kali ini ya, perdana,” katanya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026.


