SMPN 2 Sindang Bantah Narasi Penolakan MBG, Penghentian Sementara Karena Libur Semester
SMPN 2 Sindang Bantah Narasi Penolakan MBG, Penghentian Sementara Karena Libur Semester
Signal.co.id – SMP Negeri 2 Sindang memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebut sekolah tersebut menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu bulan karena makanan banyak terbuang akibat kurang diminati siswa.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pihak sekolah, informasi tersebut ditegaskan tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kepala SMPN 2 Sindang, Fajar, menjelaskan pada rabu (17/6/2026) bahwa sekolahnya tidak pernah menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, pihak sekolah juga tidak pernah mengajak maupun memengaruhi sekolah lain untuk menolak program pemerintah tersebut.
”SMPN 2 Sindang mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan peserta didik,” ujar Fajar.
Menurutnya, penghentian sementara distribusi MBG bukan disebabkan oleh rendahnya minat siswa terhadap makanan yang diberikan ataupun karena banyak makanan terbuang.
Penghentian tersebut dilakukan karena siswa sedang menjalani masa libur kegiatan belajar mengajar pada akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Fajar menjelaskan, bahwa program MBG hanya diliburkan selama masa libur peserta didik dan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap program tersebut.
Atas beredarnya informasi yang dinilai tidak sesuai fakta, Fajar mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu mengedepankan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
”Kami berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan mengutamakan fakta yang benar,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, SMPN 2 Sindang berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah dan tetap mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik.




