Sekolah unggulan SMN 1 Sindang Indramayu tercoreng adanya “Gank Motor”

Sekolah unggulan SMN 1 Sindang Indramayu tercoreng adanya “Gank Motor”


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Sekolah unggulan SMN 1 Sindang Indramayu tercoreng adanya “Gank Motor”

Tidak disangka, SMA Negeri 1 Sindang, sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di Kabupaten Indramayu, bahkan dalam proses Sekolah Maung (Manusia Unggul), mendadak terseret dalam pusaran dugaan keterlibatan siswanya dalam aktivitas gank motor yang meresahkan masyarakat.

Dalam.Video berdurasi 54 detik yang beredar luas di media sosial dan viral, memperlihatkan seorang remaja yang diduga anggota gank motor tengah diinterogasi warga usai diamankan, karena diduga membuat onar di wilayah Kecamatan Sindang, 5 Juni 2026.

Baca Juga: Kisah Uun Kurniasih, Perempuan Pertama yang Pimpin KUA di Indramayu

Dalam rekaman tersebut, remaja itu mengaku bersekolah di SMAN 1 Sindang. “Saya sekolah di Sasi, temen saya juga di Sasi,” kata seorang remaja yang mengaku bernama inisisl AG asal Lemahabang Kecamatan Indramayu.

Pengakuan itu sontak memicu reaksi publik. Pasalnya, sekolah yang selama ini identik dengan prestasi akademik dan pencetak generasi unggul kini justru dikaitkan dengan perilaku jalanan yang identik dengan kekerasan, tawuran, dan aksi kriminalitas.

Tak hanya satu orang, warga yang melakukan interogasi menyebut remaja tersebut bergerak bersama kelompoknya yang diduga berasal dari sekolah yang sama (Sasi).

Informasi yang berkembang bahkan menyebut salah satu anggota kelompok itu kedapatan membawa senjata tajam.

Jika informasi tersebut terbukti benar, maka persoalannya tidak lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan telah menyentuh aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam video yang beredar, emosi warga terlihat memuncak. Seorang warga yang geram atas ulah para remaja itu bahkan sempat berupaya menyulutkan puntung rokok ke wajah pelajar yang diinterogasi, bahkan mukanya sempat di tanpar, dan AG menangis.

Aksi tersebut berhasil dicegah warga lainnya sehingga tidak berlanjut.

Kemarahan warga dinilai bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Indramayu dibuat resah oleh maraknya aktivitas geng motor dan tawuran pelajar yang kerap terjadi di ruang publik, mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.

Sementara itu Kepsek SMAN 1 Sindang, Sugeng Prayitno yang dihubungi awak media ini belum merespon.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

aksara
inquiry