Ririn Diduga Akali Dana Pensiun Aman Yani, Keluarga Ungkap Modus dan Kecurigaan
Ririn Diduga Akali Dana Pensiun Aman Yani, Keluarga Ungkap Modus dan Kecurigaan
Signal.co.id – Adik kandung Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkap dugaan upaya pengakalan dana pensiun kakaknya yang dilakukan oleh Ririn Rifanto (Terdakwa Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman). Hal itu disampaikan saat wawancara pada Minggu (03/04/2026) di Mapolres Indramayu, didampingi kuasa hukum keluarga, Ruslandi.
Uyat menuturkan, dalam pertemuan di sebuah terminal, Ririn secara terang-terangan membicarakan pencairan dana pensiun dan gaji terakhir Aman Yani. Bahkan, ia menyebut ada upaya untuk mengakali proses tersebut dengan melibatkan pihak keluarga.
“Dia minta saya untuk mengaku sebagai kakak saya, Aman Yani, untuk mengurus pencairan dana pensiun itu,” ujar Uyat.
Permintaan tersebut langsung ditolak oleh keluarga karena dinilai tidak masuk akal dan berpotensi melanggar hukum. Uyat menegaskan, keluarga tidak ingin terlibat dalam praktik yang dinilai menyimpang.
“Jelas kami tolak. Kami tidak mau terlibat hal seperti itu,” tegasnya.
Selain pertemuan langsung dengan Ririn, Uyat juga mengungkap pernah didatangi dua orang yang mengaku sebagai utusan Aman Yani. Kedua orang tersebut datang ke rumah keluarga dan meminta nomor kontak yang bisa dihubungi, dengan dalih untuk menyampaikan pesan dari Aman Yani.
“Waktu itu ada dua orang datang, mengaku suruhan kakak saya. Mereka minta nomor keluarga, lalu pembicaraannya mengarah ke dana pensiun dan gaji terakhir,” katanya.
Setelah itu, komunikasi berlanjut melalui pesan singkat yang seolah-olah berasal dari Aman Yani. Namun belakangan, keluarga menyadari adanya kejanggalan dalam komunikasi tersebut.
“Awalnya kami percaya karena sudah lama tidak ada kabar. Tapi akhirnya terasa janggal, karena tidak pernah ada komunikasi langsung,” ujar Uyat.
Tak hanya itu, ia juga menyebut Ririn sempat menyinggung soal harta gono-gini yang berkaitan dengan kehidupan pribadi Aman Yani. Hal itu semakin menguatkan dugaan adanya upaya untuk menguasai hak keuangan milik Aman Yani.
Di sisi lain, Uyat mengungkap adanya kecurigaan di internal keluarga terkait hilangnya Aman Yani sejak 2016. Kecurigaan itu muncul setelah Ririn ditangkap dalam kasus pembunuhan di Paoman.
“Setelah kejadian itu, kami sempat berpikir jangan-jangan hilangnya kakak saya ada kaitannya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan keluarga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami tidak bisa menyimpulkan. Itu hanya kecurigaan, karena sampai sekarang keberadaan kakak saya memang belum jelas,” ucapnya.
Meski berbagai upaya dilakukan, keluarga tetap bersikap tegas dan tidak menindaklanjuti permintaan terkait pencairan dana pensiun tersebut. Pasalnya, hingga kini status Aman Yani yang hilang belum memiliki kejelasan hukum.
“Selama keberadaan kakak saya belum jelas, kami tidak berani mengambil langkah apa pun. Apalagi dengan cara seperti itu,” kata Uyat.
Keluarga berharap, seluruh fakta yang berkaitan dengan hilangnya Aman Yani maupun perkara lain yang menyeret namanya dapat terungkap secara terang melalui proses hukum yang berjalan.




