Indramayu Siap Jadi Motor Penggerak Kawasan Rebana
Indramayu Siap Jadi Motor Penggerak Kawasan Rebana
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan kesiapannya untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam pengembangan Kawasan Rebana, yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menuturkan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan pembangunan di wilayah utara Jawa Barat yang termasuk dalam kawasan strategis Rebana. Menurutnya, Indramayu memiliki kapasitas dan peluang besar untuk berkontribusi terhadap penguatan ekonomi regional maupun provinsi.
Ia menjelaskan bahwa posisi Indramayu sebagai daerah penting di Kawasan Rebana menjadi modal strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Selama ini, Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional berkat produktivitas sektor pertaniannya. Selain itu, potensi kelautan dan perikanan, industri energi dan migas, serta pengembangan kawasan industri dinilai sangat prospektif untuk terus dikembangkan.
Dari sisi letak geografis, Indramayu juga memiliki nilai tambah tersendiri. Wilayah ini berada tidak jauh dari Pelabuhan Patimban di Subang serta Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Akses tersebut diyakini dapat memperkuat konektivitas logistik, memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus meningkatkan minat investasi di kawasan Rebana.
Atas berbagai keunggulan tersebut, Pemkab Indramayu berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, energi, industri, hingga kelautan. Optimalisasi ini ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Bupati Lucky Hakim telah menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah kabupaten/kota serta para mitra di wilayah Rebana. Penandatanganan tersebut dilakukan bersama enam kepala daerah lainnya serta Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan di tujuh daerah yang tergabung dalam Kawasan Rebana, yakni Subang, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.
Lucky berharap kolaborasi antardaerah tersebut dapat mempercepat realisasi pembangunan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Indramayu.





