10 jenazah dengan 10 peti mati korban longsor Desa Pasirlangu dikuburkan dalam satu liang lahat
10 jenazah dengan 10 peti mati korban longsor Desa Pasirlangu dikuburkan dalam satu liang lahat
Pemakaman dihadiri oleh ratusan warga. Sebagian dari mereka adalah orang yang datang karena keluarganya masih hilang akibat terjangan longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Warga langsung berkumpul saat iring-iringan ambulans yang membawa peti mati tiba di Pemakaman Tanah Mati.
Satu persatu peti mati diturunkan lalu dikumpulkan tak jauh dari liang lahat.
Salat jenazah pun langsung digelar saat seluruh peti mati tersusun rapi. Pelaksanaan salat terlihat begitu khidmat.
Setelah salat jenazah dilaksanakan, satu per satu peti jenazah diangkat kemudian dimasukkan dalam satu liang lahat dengan lebar sekitar 1,7 meter dan panjang sekitar 7 meter.
“Pemakaman ini diawali, tadi pagi kami menerima penyerahan 10 jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih. Tadi serah terima pagi-pagi jam 10. Lanjut kita ke sini, salat Jumat, setelah salat Jumat baru ke pemakaman ini,” kata Sekda Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir di lokasi.
Ade mengungkapkan, jenazah yang dilakukan pemakaman massal tersebut merupakan jenazah yang statusnya belum teridentifikasi.
Pemeriksaan dari tim DVI, 10 DNA jenazah tersebut tidak ada yang cocok dengan DNA warga yang dilaporkan hilang akibat longsor.
“Jadi dari temuan Basarnas, diidentifikasi oleh tim DVI dengan berbagai metode tentunya, pengenalan fisik dan lain sebagainya.
Di akhir sudah diambil sampel DNA-nya. Sampai kemarin barangkali belum ada sampel DNA yang cocok sehingga dikategorikan tidak teridentifikasi,” ungkapnya.
Iklan
Ade Zakir menambahkan, ada 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang dan diduga terkubur material longsor. Dalam tiga minggu pencarian, ada 64 warga yang berhasil diidentifikasi dan berada pada daftar 80 orang yang dilaporkan hilang atau berstatus dalam pencarian.
Baca juga: 80 Warga Dinyatakan Hilang, Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Fokus di Dua Titik
“Jadi 64 teridentifikasi dan sekarang 10 yang belum teridentifikasi, tapi belum ada kepastian barangkali apakah ini warga (Pasirlangu) atau bukan. Sehingga kita siapkan batu nisan Post Mortem (PM) nomor sekian, nomor sekian, nomor sekian. Jika nanti ke depan diketahui ada data atau fakta yang baru, atau ada tes DNA yang cocok, barangkali tinggal mengganti batu nisan,” tandasnya.
Kehilangan 7 Saudara
Ai Siti Maryani (49) terlihat gontai saat mendatangi pemakaman massal di Pemakaman Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/2/2026) siang.
Wajahnya terlihat sendu dan sesekali menundukkan kepala.
Tangis haru pecah saat satu kerabat Ai tiba di lokasi. Keduanya saling berpelukan seolah terikat rasa kehilangan yang sama.
Ai kehilangan 7 saudaranya pada peristiwa longsor yang menerjang sejumlah kampung di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24 Januari 2026 dini hari.
Dari 7 yang hilang, satu orang belum ditemukan, yaitu Muhammad Azwar (6)
“Yang lain udah ketemu meninggal, yang belum ketemu satu, Azwar. Itu cucu (almarhum) adik saya,” kata Ai dengan suara lirih.
Ai sengaja datang ke pemakaman massal untuk melihat prosesi penguburan 10 jenazah yang statusnya belum teridentifikasi.
Dalam hatinya masih berharap ada keajaiban, jasad Azwar merupakan satu dari 10 jenazah yang dikubur secara massal.
“Memang kalau adik sama istrinya dan yang lain udah ketemu, udah dimakamin, tinggal Azwar yang belum. Tapi ya gemana lagi, mungkin udah takdir,” ujarnya.
Meski belum sepenuhnya ikhlas, Ai berusaha untuk menerima kenyataan, termasuk merelakan Azwar.
Keluarga Ai telah bersepakat untuk mengambil tanah di area longsor dan melakukan penguburan sebagai simbol bahwa Azwar telah dikuburkan secara layak.
“Yang enam sudah dimakamin di makan keluarga. Untuk Azwar kami sudah ngambil satu genggam dimakamin juga,” tandasnya.





